Tenaga Endogen: Tektonisme, Vulkanisme, dan Seisme
berapa banyak terjadi bentuk bentuk perubahan terjadi di daerah sekitar kita,banyak terjadi perubahan apa pun di tempat kita yang mengakibatkan terjadinya bentukan alam.sebelum kita memmulai untuk belajar lebih jauh mengenai tenaga perubahan bumi, "mari kita masuk beajar IPA ini dengan asyik dan menyenangkan ini...
Tenaga
Endogen: Tektonisme, Vulkanisme, dan Seisme
Jenis- jenis Tektonisme
Vulkanisme
Seisme atau Gempa
Tenaga
Endogen: Tektonisme, Vulkanisme, dan Seisme
Kita pasti pernah mendengar kata
tektonik (baca: lempeng tektonik).
Biasanya kata tektonik identik dengan gempa bumi, ya gempa bumi yang berasal
dari tenaga dari dalam bumi (baca: inti bumi).
Kata tektonik sendiri mempunyai arti tenaga dari dalam bumi yang dapat
mempengaruhi permukaan bumi (baca: kerak bumi)
itu sendiri. tektonisme juga mempunyai arti sebagai suatu proses yang berasal
dari dalam bumi yang dapat terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan dan
juga patahan pada lempengan tanah yang berada di dalam perut bumi. Proses
tektonisme seperti yang dinyatakan ini dapat menghasilkan suatu retakan dan
juga patahan (baca: jenis patahan) di lapisan atas
bumi. Hal ini terjadi karena adanya gerakan yang mendorong permukaan planet bumi baik
secara vertikal maupun secara horizontal yang akan menghasilkan lipatan sehingga
akan menyebabkan lapisan permukaan bumi (baca: bentuk permukaan bumi) tersebut mengkerut dan
juga melipat.
Jenis- jenis Tektonisme
Tektonisme merupakan gerakan yang berasal dari dalam bumi dimana
kehadirannya dapat membuat perbedaan di dakam permukaan bumi. Ternyata mengenai
gerakan tektonisme ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok ini.
pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan kecepatan dan juga daerah yang
dikenainya. Berdasarkan kecepatan dan juga luas daerahnya gerakan tektonisme
ini dibagi atas:
1. Epirogenesa (Epirogenetik)
Pembagian tektonisme yang pertama adalah epirogenesa atau yang
disebut juga dengan epirogenetik. Epirogenetik/ epirogenesa ini merupakan suatu
proses yang dapat menyebabkan naik turunnya lapisan kulit bumi yang disebabkan
oleh suatu tenaga endogen yang sifanya lambat dan mempunyai arah vertikal serta
berlangsung cukup lama pada wilayah permukaan bumi yang luas. Dan perlu untuk
kita ketahui bersama bahwasannya gerakan epirogenetik atau epirogenesa ini
masih dibagi lagi mejadi dua macam. Pembagian atau macam- macam dari tenaga
epirogenesa adalah epirogenesa positif dan epirogenesa negatif.
·
Epirogenesa positif
merupakan suatu gerakan epirogenetik yang dapat menyebabkan lapisan bumi
menjadi menurun sehingga akibatnya permukaan air laut akan terlihat naik ke
atas. Contoh epirogenesa positif ini misalnya adalah tenggelamnya pulau- pulau
(baca: pulau terbesar di dunia) yang ada di dunia.
·
Epirogenesa negatif
merupakan kebalikan dari gerakan epirogenesa positif. Yang dimaksud dengan
gerakan epirogenesa negatif merupakan gerakan epirogenesa yang megakibatkan
lapisan kulit bumi naik, dengan demikian permukaan air laut (baca: ekosistem air laut) menjadi terlihat menurun.
Karena epirogenesa negatif merupakan kebalikan dari epirogenesa positif, maka
contoh peristiwanya adalah munculnya pulau- pulau yang pada mulanya berada di
bawah laut.
Nah itulah beberapa jenis dari tenaga epirogenesa. Perbedaan ini
ditekankan pada siaft dan tentu saja pada arah serta luasnya. Selain gerakan
epirogenetik, masih ada lagi jenis gerakan dari gerak epirogenes ini. jenis
gerakan tersebut adalah Orogenesa atau orogenetik. Untuk penjelasan lebih
lanjutnya adalah sebagai berikut.
2. Orogenesa (Orogenetik)
Jenis gerakan tektonisme yang selanjutnya adalah gerak orogenesa
atau orogenetik. Jenis gerakan ini tentu berbeda dengan gerakan sebelumnya,
gerakan orogenesa atau orogenetik ini merupakan gerakan lempeng yang lebih
cepat dan juga hanya mencakup wilayah yang sempit di dalam kulit bumi. Biasanya
gerakan orogenesa atau orogenetik ini diikuti dengan proses warping atau
pelengkungan dan juga folding atau lipatan. Proses warping dan juga folding ini
terjadi karena disebabkan oleh tekanan tektonik yang mempunyai arah mendatar
pada jenis batuan lentur. Hal ini pada
akhirnya akan menghasilkan pegunungan patahan dan juga pegunungan lipatan.
Nah, dari pengertian di atas kita mengetahui bahwa gerakan
orogenesa atau orogenetik ini sangat erat kaitannya dengan patahan dan juga
lipatan. Lalu sebenarnya apa dih patahan dan lipatan itu? kita juga akan
membahasnya disini.
Patahan/
Sesar/ Fault
Patahan merupakan bentuk kulit bumi yang mengalami retakan atau
patahan sebagai akibat dari tekanan yang mempunyai arah horizontal maupun
vertikal oleh tenaga tektonik yang terjadi pada permukaan kulit bumi yang tidak
elastis. Patahan ini terjadi di permukaan kulit bumi, dan bagian kulit bumi
yang mengalami patahan disebut dengan bidang patahan. Bidang patahan juga bisa
mengalami pergeseran, dan bagian dari patahan yang mengalami pergeseran disebut
juga dengan faoult atau sesar. Faoult atau sesar atau juga pergeseran patahan
ini dapat terjadi dalam dua arah, yakni dapat bergeser ke arah vertikal maupun
ke arah horisontal. Gerakan orogenesa atau orogenetik yang berbentuk patahan
ini contohnya dapat kita temukan pada permukaan kulit Bumi, yakni deretan
lekukan Mediterania.
Patahan yang terjadi di kulit bumi ini dapat dibagi menjadi
beberapa jenis. Hal ini sebagai akibat dari tenaga tektonik yang menekan
permukaan kulit bumi. Jeni- jenis patahan ini kita kenal dengan nama sesar.
Adapun jenis- jenis sesar yang terbentuk adalah sesar naik dan juga sesar
turun, graben, horst dan
juga sesar mendatar. Untuk mengenal lebih jauh jenis- jenis sesar tersebut,
marilah kita bahas bersama- sama.
·
Sesar
naik dan sesar turun
Sesar naik dan sesar turun merupakan salah satu jenis dari
patahan yang terjadi karena tenaga tektonisme. Sesar turun merupakan
patahan yang pada bagian atap sesarnya bergeser turun terhadap alas sesarnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan sesar naik adalah patahan yang bagian atap
sesarnya bergerak ke atas. Selain sesar naik dan juga sesar turun, terkadang
kita menemukan salah satu jenis sesar lainya yakni sesar sungkup. Sesar sungkup
merupakan kondisi yang terjadi apabila jaraj pergeseran pada sesar naik hingga
mencapai beberapa kilometer dengan kondisi bagian yang satu menutupi bagian
yang lainnya. Salah satu contoh sesar jenis ini di Indonesia terdapat di daerah
patahan Semangko, yak I sebuah patahan yang terdapat di daerah Bukit Barisan di
pulau Sumatera. Patahan ini memanjang dari Sumatera Utara hingga ke Sumatera
Selatan, yakni Teluk Semangko.
·
Graben
Selain sesar naik dan juga sesar turun, selanjutnya kita akan
menemui graben. Graben dan horst merupakan sebuah hasil yang lainnya dari
tenaga tektonisme di Indonesia. Graben juga dikenal dengan nama slenk, yakni
sebuah patahan yang mempunyai berupa jalur batuan pada sua bidang sesar yang
hampir sejajar, sempit dan juga panjang.
·
Horst
Hasil dari tenaga tektonisme yang lainnya adalah horst. Hors dan
juga graben seringkali berkaitan. Yang dimaksud dengan horst adalah sebaut
patahan yang bagiannya meninggi. Karena bagiannya meninggi maka horst sering
muncul di daerah sekitarnya.
·
Sesar
mendatar
Sebelumnya kita telah mengetahu tentang sesar naik dan juga
sesar turun. Selanjutnya kita menemui sesar mendatar. Sesar mendatar merupakan
patahan yang berbetuk tegak lurus yang bergeser secara horizontal , namun ada
sedikit bagian yang bergeser secara vertikal. Sesar mendatar ini pada umumnya
terjadi di daerah- daerah yang mengalami perlipatan dan juga pensesaran naik.
Ada salah satu contoh sesar mendatar di dunia ini yang ukurannya besar, yakni
sesar mendatar yang berada di negara San Adreas (California), Filiphina dan
juga Taiwan. Selain di negara- negara tersebut, di Indonesia pun juga terdapat
sesar jenis ini. Di Indonesia, contoh sesar mendatar terdapat di dalam lapisan
neogen muda di daerah Kefamenanu, Timor.
Nah itulah beberapa jenis sesar atau patahan yang terdapat di
bumi. Jenis- jenis sesar atau patahan dapat terjadi karena adanya gerakan
tektonisme yang menekan permukaan kulit Bumi. Selain patahan atau sesar,
terdapat pula hasil dari tektonisme lainnya yakni lipatan. Berikut ini
merupakan penjelasan dari lipatan.
Lipatan
atau Fold
Lipatan juga dikenal dengan istilah fold. Lipatan merupakan
sebuah kenampakan alam yang ada di permukaan bumi, yang mana merupakan akibat
dari adanya tenaga tektonisme. Yang dimaksud dengan lipatan adalah suatu
kenampakan permukaan bumi sebagai akibat dari tenaga tektonik yang menekan
dengan arah horizontal dan juga vertikal pada permukaan kulit bumi yang
mempunyai sifat elastis. Dalam proses lipatan ini terdapat bagian dari kulit
bumi yang menurun dan juga yang terangkat. Bagian dari lipatan yang menurun
disebut dengan siklinal. Sementara bagian dari lipatan yang terangkat dinamakan
dengan antiklinal.
Lipatan atau fold yang merupakan hasil dari tektonisme ini
terdiri atas beberapa jenis. Jenis- jenis lipatan atau fold ini disebabkan oleh
berbagai hal. Beberapa jenis lipatan atau fold antara lain adalah lipatan
normal, lipatan asimetris dan lipatan tumpang tindih, dan lain sebagainya.
Mengenai pengertian dari macam- macam lipatan ini secara lebih jelas, berikut
ini merupakan penjelasannya.
·
Lipatan
tegak
Jenis lipatan yang pertama adalah lipatan tegak. Lipatan tegak
merupakan lipatan pegunungan yang mana posisi sumbu pelipatnya adalah tegak
lurus dengan bidang horizontal tanah sehingga terbentuklah kedua sayap yang
bentuknya sama persis.
·
Lipatan
miring
Jenis lipatan yang kedua adalah lipatan miring. Lipatan miring
merupakan jenis lipatan pegunungan yang sumbu pelipatannya memeiliki kedudukan
miring dengan bidang permukaan tanah.
·
Lipatan
menggantung
Jenis lipatan yang selanjutnya adalah lipatan menggantung.
Lipatan menggantung merupakan jenis lipatan pegunungan yang mana sumbu
pelipatannya kurang dari 45 derajat, sehingga hal ini menyebabkan salah satu
sisi bidagnya terlihat menggantung.
·
Lipatan
rebah
Lipatan rebah merupakan jenis lipatan pegunungan yang sumbu pelipatannya hampir
sejajar dengan permukaan tanah (baca: jenis tanah) atau kurang dari 20 derajat
sehingga terlihat seakan- akan tindih menindih diantara keduanya.
Nah itulah beberapa jenis lipatan yang ada di permukaan bumi,
khususnya adalah lipatan daerah pegunungan yang berdasar pada posisi atau arah
sumbu lipatannya. selain tektonisme, tenaga endogen juga berupa jenis lain
yakni vulkanisme. Mengenai vulkanisme kita akan mebahasnya bersama- sama.
Vulkanisme
Apabila kita mendengar kata vulkanisme, hal yang pertama akan
kita kaitkan adalah gunung berapi, dan hal ini memang benar. vulkanisme
merupakan peristiwa keluarnya magma yakni lelehan bebatuan panas dari dalam
litosfer menuju ke permukaan bumi. Magma yang telah sampai di permukaan bumi
kita sebut dengan lava.
Tipe-
tipe Letusan Gunung
Tidak sesimple yang kita bayangkan mengenai gunung api yang
tengah mengalami erupsi. Kelihatannya sama, namun tahukah Anda bahwa letusan
gunung api pun mempunyai gaya- gayanya sendiri. Beberapa tipe atau gaya dari
letusan gunung api antara lain sebagai berikut:
1. Tipe Hawaii
Tipe letusan gunung api yang pertama adalah tipe Hawaii. Letusan
tipe Hawaii ini mempunyai ciri dengan lavanya yang cair dan juga tipis. Dalam
perkembangannya tipe ini akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini
dinamakan tipe Hawaii karena banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii
seperti di Kilauea dan Maunaloa.
2. Tipe Stromboli
Tipe Stromboli merupakan tipe yang sangat khas menggambarkan
gunung api yang memiliki magma sangat cair, dan juga ke arah permukaan akan
serig kita jumpai letusan- letusan pendek yang disertai dengan ledakan. Dari
letusan tipe ini, bahan- bahan yang sering dikeluarkan berupa abu vulkanik,
bom, lapili serta setengah padatan bongkah lava. Di Indonesia juga ada gunung
yang mengalami tipe letusan seperti ini, yakni contohnya adalah Gunung Raung
yang ada di pulau Jawa.
3. Tipe Vulkano
Tipe letusan gunung api vulkano mempunyai ciri khusus atau ciri
khas yakni pembentukan awan debu yang berbentuk seperti bunga kol. Hal ini
karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Letusan
tipe ini memiliki tekanan gas sedang dan lava yang dikandungnya juga kurang
begitu cair. Berdasarkan pada kekuatannya, tipe ini dibedakan menjadi tipe
volkano kuat seperti yang terjadi pada gunung Etna dan juga tipe volkano
lemah yang terjadi pada gunung Raung. Ada pula tipe letusan yang merupakan
campuran antara keduanya seperti yang kita temukan terjadi pada gunung Kelud
dan Anak Gunung Bromo.
4. Tipe Merapi
Tipe letusan yang selanjutnya adalah tipe merapi, yakni letusan
yang mempunyai ciri khusus berupa lava yang cair hingga kental, memiliki dapur
magma yang dangkal serta tekanan gas yang agak rendah. Sesuai dengan namnya,
tipe letusan ini dapat kita temukan pada gunung Merapi yang ada di Jawa Tengah.
5. Tipe Pellet
Tipe pellet merupakan tipe letusan gunung berapi yang
mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi, terkadang lubang
kepundan tersumbat yang dapat menyebabkan terkumpulnya gas serta uap di dalam
tubuh bumi. Hal ini mengakibatkan seringnya timbul getaran sebelum terjadinya
letusan. Material yang dikeluarkan dari letusan ini antara lain berupa abu,
lapili dan juga bom yang terlempar ke angkasa.
6. Tipe Pelle
Letusan tipe ini menyemburkan lava kental yang menguras di
leher, menahan lalu lintas gas dan juga uap. Hal inilah yang menjadi alasan
bahwa letusan ini menyebabkan mengapa letusan pada gunung api tipe ini disertai
dengan guncangan- guncangan bawah tanah dengan dasyat.
Nah itulah beberapa jenis atau tipe- tipe letusan gunung berapi
yang bermacam- macam bentuknya. Selain letusan gunung berapi yang mempunyai
tipe- tipe tertentu, erupsi pun juga mempunyai beberapa tipe tertentu.
Tipe-
tipe Erupsi
Erupsi merupakan salah satu aktivitas gunung api yang masih
aktif. Erupsi yang merupakan aktivitas inti ini mempunyai beberapa tipe
tertentu. beberapa tipe erupsi gunung gerapi antara lain sebagai berikut:
1. Erupsi Effusif
Erupsi Effusif merupakan jebis erupsi pada gunung berapi yang
kekuatannya lemah dan tidak meledak- ledak. Pada erupsi ini tidak terjadi
jatuha debu namun hanya lava cair yang menuruni lereng gunung.
2. Erupsi Eksplosif
Erupsi eksplosif kebalikan dari erupsi
effusif. Erupsi eksplosif merupakan erupsi yang berlangsung sangat kuat dan
disertai dengan ledakan- ledakan dasyat karena tekanan gas dari dalam bumi
sangat tinggi.
3. Erupsi Campuran
Erupsi yang ketiga adalah erupsi campuran. Seperti namaya,
erupsi tipe campuran merupakan erupsi yang lebih lemah daripada erupsi
eksplosif namun lebih kuat daripada erupsi effusif.
Itulah beberapa tipe erupsi gunung berapi yang berbeda- beda
antara satu dengan yang lainnya. Dan itulah beberapa informasi mengenai
vulkanisme. Selain tektonisme dan vulkanisme, kita juga perlu membahas hal yang
yang berkaitan denga keduanya, yakni gempa.
Seisme atau Gempa
Gempa bumi merupakan salah satu jenis bencana alam yang ada di
Bumi dan kerap kali kita rasakan karena kerap melanda Indonesia. Seisme atau
gempa bumi merupakan peristiwa getaran yang bersumber dari bumi dan dapat
disebabkan oleh berbagi macam hal. Gempa bumi sebagai salah satu peristiwa di
bumi memiliki beberapa tipe, salah satunya berdasarkan episentrumnya. Untuk
lebih jelasnya kita akan membahasnya lebih lanjut.
Jenis-
jenis gempa berdasarkan Episentrumnya
Salah satu jenis gempa bumi adalah dibedakan menurut
episentrumnya, yakni bentuk episentrumnya. Episentrum sendiri merupakan pusat
gempa bumi itu sendiri. Dn berdasarkan bentuk episnetrumnya, gempa dibedakan
menjadi beberapa jenis antara lain:
1. Gempa Linier
Jenis gempa bumi berdasarkan bentuk dari episentrumnya yang
pertama adalah gempa linier. Gempa linier merupakan jenis gempa bumi yang
memiliki episentrum berbentuk garis. Episentrum berbentuk garis ini biasanya
terjadi pada gempa bumi tektonik yakni gempa bumi yang terjadi karena adanya
pergeseran lempeng- lempeng bumi. Lempeng- lempeng bumi ini sangat dekat dengan
patahan ataupun lipatan. Salah satu bukti mengapa gempa linier mengiringi gempa
tektonik, sebab tanah patahan merupakan sebuah garis dan bukan berupa titik-
titik.
2. Gempa Sentral
Selain gempa linier, gempa bumi berdasarkan bentuk episentrumnya
yang kedua adalah gempa sentral. Gempa sentral merupakan jenis gempa bumi yang
mana episentrumnya berbentuk titik. Jika kita berada di wilayah yang dekat gunung
berapi yang masih aktif, maka ketika gunung akan mengalami erupsi kita akan
merasakan gempa. Gempa tersebut dinamakan sebagai gempa vulkanik. Nah gempa
vulkanik inilah yang termasuk salah satu contoh gempa sentral, karena pusatnya
di satu titik yakni di gunung api tersebut. Selain gempa vulkanik, contoh lain
dari gempa sentral adalah gempa runtuhan. Gempa runtuhan merupakan gempa yang
timbul karena adanya aktivitas runtuhan, seperti bangunan runtuh, tebing yang
runtuh, dan lain sebagainya.
Itulah dua jenis gempa bumi yang terjadi karena bentuk
episentrumnya atau pusat gempanya. Selain berdasar pada bentuk episentrum,
gempa bumi juga bisa dibedakan berdasarkan peristiwanya. Beberapa gempa bumi
berdasarkan peristiwanya adalah sebagai berikut:
1. Gempa vulkanik
Gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang terjadi karena
adanya aktivitas vulkanisme dari gunung api, misalnya karena gunung api
tersebut akan melakukan erupsi, dan lain sebagainya.
2. Gempa tektonik
Selanjutnya adalah gempa tektonik. Gempa tektonik merupakan
gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas tektonisme, yakni aktivitas
pergerakan lempeng- lempeng tektonik pada bumi sehingga menimbulkan getaran.
Getaran inilah yang kita rasakan sebagai gempa.
3. Gempa runtuhan
Selanjutnya adalah gempa runtuhan. Gempa runtuhan adalah gempa
yang terjadi karena adanya peristiwa runtuhan seperti runtuhnya bangunan atau
runtuhnya tebing yang berdindig curam.
4. Gempa tumbukan
Gempa tumbukan juga disebut dengan gempa jatuhan, yakni gempa
yang terjadi karena adanya tumbukan meteor atau asteroid dengan permukaan bumi.
Gempa yang satu ini merupakan gempa yang jarang terjadi.
5. Gempa buatan
Gempa buatan adalah gempa yang terjadi karena aktivitas manusia,
seperti ledakan nuklir di bawah permukaan tanah ataupun ledakan dinamit.
Komentar
Posting Komentar